CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

About Me

Foto Saya
Maya Fitriana Anisa nama saya..Anak pertama dari 4 bersaudara . Suka coklat,eskrim dan permen karet ♥ yummy! tipe darah A dengan zodiak Aries :p

Senin, 01 April 2013

TERAPI CLIENT CENTERED


   Adalah terapi yang dikembangkan oleh Carl Rogers yang didasarkan pada asumsi bahwa klien merupakan ahli yang paling baik bagi dirinya sendiri dan merupakan orang yang mampu untuk memecahkan masalahnya sendiri. Tugas terapis adalah mempermudah proses pemecahan masalah mereka sendiri. Terapi juga tidak mengajukan pertanyaan menyelidik, membuat penafsiran, atau mengajukan serangkaian tindakan. Terapis lebih dikenal sebagai fasilitator.
  Klien harus memiliki beberapa persyaratan untuk mencapai pemahaman klien terhadap masalah yang dihadapi, diantaranya adalah empati, rapport, dan ikhlas. Empati adalah kemampuan memahami perasaan yang dapay mengungkapkan keadaan klien dan kemampuan mengkomunikasikan pemahaman ini kepada klien. Rapport adalah menerima klien dengan tulus sebagaimana adanya, termasuk pengakuan bahwa orang tersebut memiliki kemampuan untuk terlibat secara konstruktif dengan masalahnya. Ikhlas dalam arti sifat terbuka, jujur, dan tidak berpura-pura atau bertindak dibalik topeng profesinya. Selain itu terdapat pula jaminan bahwa masalah yang diungkap klien dijamin kerahasiaannya serta adanya kebebasan bagi klien untuk kembali lagi berkonsultasi atau tidak sama sekali jika klien sudah dapat memehami permasalahannya sendiri.
 Menurut Rogers, pertanyaan “Siapa saya?” menjadi penyebab kebanyakan seseorang datang ke terapis untuk psikoterapi. Kebanyakan dari mereka bertanya “Bagaimana saya dapat menemukan diri nyata saya?” ”Bagaimana saya dapat menjadi apa yang saya inginkan?” “Bagaimana saya memahami apa yang ada dibalik dinding saya dan menjadi diri sendiri?”

Tokoh Person Center Therapy
    Rogers adalah pelopor didalam penyelidikan dibidang konseling dan psikoterapi. Pandangan Rogers tentang sifat naluri manusia adalah fenomenologis, yaitu kita membentuk diri sendiri sesuai dengan persepsi kita tentang realitas. Teori Rogers bertumpu pada suatu asumsi bahwa klien bisa memahami faktor dalam hidup mereka yang menjadikan mereka tidak bahagia. Mereka juga memiliki kapasitas untuk mengarahkan dir mereka sendiri dan mengadakan perubahan pribadi yang konstruktif.

Tujuan Person Center Therapy
    Menciptakan iklim yang kondusif bagi usaha membantu klien untuk menjadi pribadi yang dapat berfungsi penuh. Guna mencapai tujuan tersebut terapis perlu mengusahakan agar klien dapat menghilangkan topeng yang dikenakannya dan mengarahkannya menjadi dirinya sendiri.

Teknik dan Prosedur Terapi
  Dalam kerangka terpusat pada pribadi “tekniknya” adalah mendengarkan, menerima, menghormati, memahami dan berbagi. Pendekatan berpusat pada pribadi yang ada sekarang dipahami sebagai yang terutama untuk proses menolong klien bisa menemukan makna personal yang baru dan lebih memuaskan tentang dirinya sendiri dan dunia tempat ia tinggal.
3 ciri pribadi terapis
-Keselarasan atau kesejatian : terapis tampil nyata, terintegrasi, bersikap spontan, sanggup menyatakan kemarahan, kekecewaan, kesukaan, ketertarikan dll
-Perhatian positif tak bersyarat : perhatian yg mendalam & tulus, tidak dicampuri oleh evaluasi atau penilaian perasaan, pemikiran & tingkahlaku klien sbg baik atau buruk
-Pengertian empatik yang akurat : mengerti secara peka perasaan & pengalaman klien.

Kelebihan
   Terapi terpusat pada pribadi didasarkan pada falsafah sifat naluri manusia yang menegaskan adanya usaha untuk beraktualisasi diri. Selanjutnya pandangan Rogers tentang sifat naluri manusia adalah fenomenologis, yaitu kita membentuk diri sendiri sesuai dengan persepsi kita tentang realitas. Kita dimotifikasi untuk mangaktualisasi diri kita sendiri dalam lingkup persepsi kita akan realitas.

Kekurangan
    Kerawanan dari pendekatan terpusat pada pribadi merupakan gejala dari para praktisi untuk bersikap sangat menunjang tanpa harus menantang. Karena kesalahpahaman mereka akan konsep dasar dari pendekatan itu, beberapa orang dari mereka telah membatasi lingkup response mereka terhadap refleksi dan mendengarkan secara empati.
   Salah satu keterbatasan dari pendekatan itu adalah cara beberapa orang praktisi menjadi “terpusat pada klien” dan kehilangan citra rasa kepribadian mereka sendiri serta keunikannya.



SUMBER: 
Findryawati.staff.gunadarma.ac.id

Corey, Gerald. 1995. Teori dan Praktek dari Konseling dan Psikoterapi. Edisi ke-4. Diterjemahkan oleh:   
Drs. Mulyarto. Semarang: IKIP Semarang Press

Riyanti, B.P. Dwi dan Prabowo, Hendro. 1998. Psikologi Umum II. Jakarta: Universitas Gunadarma

Suryabrata, Sumardi. 1982. Psikologi Kepribadian. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Maya Fitriana Anisa

ƪ(♥ε♥)ʃ Papah ƪ(♥ε♥)ʃ Mamah ƪ(♥ε♥)ʃ Edho ƪ(♥ε♥)ʃ Mia ƪ(♥ε♥)ʃ Meutia ƪ(♥ε♥)ʃ Ichsanuddin Clan ƪ(♥ε♥)ʃ aunty Ika Ernitha ƪ(♥ε♥)ʃ Psychology ƪ(♥ε♥)ʃ Drawing ƪ(♥ε♥)ʃ Reading ƪ(♥ε♥)ʃ